Tuesday, December 07, 2010

STOP WRITING!! 

ternyata tulisan saya useless semua. 

Saturday, December 04, 2010

Tanpa Orang Ini, Handphone Tidak Akan Pernah Ada


”Tanpa penemuannya, tak akan ada orang yang melenggang sambil menelepon dengan ponselnya. Ia telah membuat bisnis (ponsel) terbentuk dan menjadi bisnis.” (Frank Vigilante tentang Amos Joel Jr, penemu ”switching” ponsel, ”New York Times”)

Peradaban manusia modern tak terelakkan lagi bertumpu pada dua penemuan teknologi yang amat berpengaruh, yakni internet dan telepon seluler (ponsel). Kedua teknologi di atas kini menjadi andalan manusia dalam berkomunikasi, berkarier, berbisnis, dan aktivitas lain.
Dalam hal internet, orang mengenal tokoh-tokoh penemunya, seperti Bob Taylor, ahli psikoakustik dan Direktur Program Riset Komputer di Defense’s Advanced Research Project Agency (DARPA) tahun 1966.

Pada masa itulah Taylor mendapat ide untuk menghubungkan komputer- komputer dalam jaringan. Selain Taylor, ada pula Larry Robert, pionir jaringan komputer di Laboratorium Lincoln, Massachusetts Institute of Technology (MIT), satu-satunya ilmuwan di AS yang dianggap bisa mewujudkan jaringan yang dibayangkan Taylor. Tentu saja ada Vint Cerf dan kawan-kawan dari University of California, Los Angeles.

Sementara itu, dari dunia komunikasi seluler, ada nama penemu ponsel Martin Cooper yang saat itu 35 tahun silam, tepatnya 3 April 1973 bekerja di Motorola. Orang masih bisa menyimak impian Cooper, yang antara lain membayangkan ponsel ukuran kecil, dipasang di balik telinga, dan secara otomatis menghubungi nomor seseorang manakala penggunanya berniat menghubungi nomor tersebut.

Tetapi, fokus kali ini bukan kepada Cooper, tetapi pada sosok lain yang juga berjasa besar dalam perkembangan komunikasi seluler. Tokoh ini tidak lain adalah Amos E Joel Jr, pionir sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak/berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus.
Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
Selain sistem switching ponsel, yang dipatenkan dengan nomor 3.663.762, Joel juga ambil bagian dalam pengembangan traffic service position system (TSPS) yang digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan operator telepon dan automatic intercept system (AIS) yang diciptakan untuk menangani panggilan ke nomor tak aktif secara otomatis.

Penemu besar

Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, memang diakui dunia sebagai pakar di bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT.

Tidak lama setelah studi, ia memulai karier selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.

Joel—yang tahun ini masuk dalam National Inventors Hall of Fame—tutup usia Sabtu, 25 Oktober, di rumahnya di Maplewood, New Jersey, dalam usia 90 tahun.
Pengguna ponsel di seluruh dunia kini dapat merenungkan, apa arti sumbangan Joel dalam peradaban seluler dewasa ini. Ini disimpulkan oleh Frank Vigilante, yang pernah menjadi salah seorang penyelia Joel di Bell Labs dalam kutipan di atas.

Pelajaran bagi penemu

Joel bisa menjadi penemu besar tentu karena memiliki kepandaian tinggi, tetapi selain itu juga ada kepiawaian lain. Ternyata sejak kecil Joel suka otak-atik barang elektronik.

Sebagai anak laki-laki, tutur Andrew Martin dalam obituarinya di New York Times, Joel acap merakit sistem komunikasi untuk teman-temannya, menggunakan perlengkapan telepon tua yang ditinggalkan dalam apartemen kosong. Ia juga mencoba membuat switching sederhana.

Ketika menuturkan kembali kariernya kepada koran The Star-Ledger di New Jersey beberapa bulan silam, Joel menyebutkan, hal-hal yang ia kagumi semasa kecil dan itu adalah penyambung (switch) pada kereta listrik mainannya dan pesawat telepon putar (dial) pertama yang ada di rumahnya.

”Saya ingin tahu, bagaimana barang-barang itu bekerja,” tuturnya.

Ketika masih di perguruan tinggi, ia bertemu dengan istrinya—Rhoda Fenton—yang lalu ia ajak ke ruangannya untuk melihat paten-paten yang ia kumpulkan.

Seusai kencan, Fenton mengira Joel sinting, tetapi akhirnya ia menerima Joel dan keduanya menikah selama 58 tahun.

Selain senang mengotak-atik alat komunikasi, Joel juga senang mengajar. Setelah Perang Dunia II, ia mengembangkan dan mengajar kursus mengenai sistem switching dan perancangan sirkuit, sampai akhirnya ia menemukan alat tagihan telepon otomatis pertama.
Atas jasa dan sumbangannya, Joel pernah mendapat penghargaan Inventor of the Year oleh New Jersey Congress of Inventors, dan menerima penghargaan paling tinggi Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), yakni Medal of Honor.

Penghargaan lain yang pernah ia terima adalah Kyoto Prize in Advanced Technology (1989) dan National Medal of Technology (1993) serta Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute.

Ketika komunikasi ponsel menjadi demikian vital dalam peradaban sekarang ini, sumbangan Amos Joel patut dikenang dan kebiasaannya menggeluti teknologi dan itu lalu menghasilkan penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia, sungguh patut ditiru.

Satnite w/ Imeh

Hari ini kabarnya pulang jam 9. Cuma 4 jam pelajaran dan semuaanya gaada guru. Saya duduk aja di bangku guru ngerjain lks Pkn bareng Imam & Devy waktu yang lain sibuk ngerjain seni. Saya bercandaan sama haikal, sama devy, sama eka, sama yang lainnya di bangku guru. Basecamp sayakalo gaada guru sambil nge-charger hape. hahahaha seneng sama mereka. seneng karena saya ga pernah ga ketawa sama mereka. Hehehe. Hem, hari ini. pulang sekolah ulangan fisika. Padahal udah saya jadwal buatrapat OSIS.Buat yang satu ini saya ga bisa konsist. Orang sekelas ulangannya. Dan ibu ga nyediain susulan. Sempet dimarahin bu Nurhadini sama pa Abdul. Hahahaha kelas kita aja yang ga pulang.Padahal hampir semua ruangan udah di beresin buat ujian senin besok. Terus saya anter Imeh ke wc buat nyuci palet sama benerin kerudung dia. Abis itu balik, tapi nyimpang dulu ke ujung berung buat nganterin kolang-kaling ke bi ii karena kemaren gaada siapa-siapa disana, dan dikasih duit :D

Pulang lewat panyileukan ke rumah Imeh yang di warnet buat bawa baju gantinya dia. tapi katanya dia gamau mandi disini. Inginnya dirumah Alif. Yaudah saya nurut aja.. Abis itu ke rumah saya dan ke rumah alif. Ke rumah saya buat nunggu saya mandi dan gantibaju pake batik oblong yang saya beliwaktu saya kabur ke Jogja. Aga ngantuk dan males waktu nunggu Imeh mandi. Mungkin karena jamudah nunjukin angka dua. Pas hari panas-panasnya disini. Tapi yah mau gimana lagi. Saya gaenak sama Charissa yang terus-terusan mikir kalo saya marah padahal saya engga. Saya cuma gaada topik bahasan sama dia. Saya lagi gasuka ngomong hari-hari itu. Jadi saya tonton charissa basket hari ini di SMK 13. Semoga itu bikin pikiran dia rubah. Hem, Tapi dia terus-terusan minta maaf. Saya kesel beneran juga lama-lama. 

Abis dari rumah alif langsung chao ke SMK 13. Hem, muter lewat kircon soalnya saya lupa ga ke jalur cepat. Macetdan bensin nunjuk ke daerah tank cadangan. Waduuuuhhhhhh. Parah deh. Liat tangan aduuuhh belang gini :(. Nyampe SMK 13. Nelfon charissa dan nyuruh dia jemput diparkiran. Nonton pertandingan tapi sesekali saya baca buku. Yah, pas cowo maen saya males liatnya. Saya selalu nyediain buku di tas saya. Cadangan kebetean. Tempat itu buka lagi memory taun lalu. SMK 10-SMK 13. Si center itu pacar saya. Tapi saya lupain dan fokus sama seseorang yang ada di layar aplikasi chatting saya. Dan sesekali saya hubungin kamu dengan sh itu. Hem, kapan ketemu? Kamu yang dingin bikin saya lebih banyak terbuka tanpa tau kamu gimana dengan detail. Pertandingan selesai dan dia pulang bareng upil. Siapanya dia saya ga mau tau. Udah cukup saya di tanya-tanyain sama mantan-mantan dia. Di parkiran ga sengajadenger Irma yang bilang,''udah ah, males dianggep bego terus''. Mungkin cara ngomong saya yang kadang pake sisipan,''ngerti ga?'' di akhir. Padahal saya ga niat gitu. Saya cuma ngerasa saya punya penyampaian bahasa yang beda dari yang lain. Saya cuma ingin mastiin kalo lawan bicara saya ngerti omongan saya.

Saya sama Imeh cari masjid buat shalat ashar. Nemu masjid di sekitar metro. Ada majlis ta'lim disana. Masjid yang bersih dan rapi juga di tambah sama orang DKM yang ramah waktu tau kalo kita gatau tempat dan gabawa mukena. Hem, jadi inget waktu itu. waktu saya masih TPA. Dan setiap pulang teraweh di bagiin konsumsi. Hahahaha ketawa sendiri saya disana.Nginget baru aja kemaren saya ke rumah ledeng. Ngerasa baru kemaren saya jualan es keliling. Hahahaha waktu kecil saya emang gado-gado.

Makan di kampung periangan.Makan nasi goreng sama ebi furai. Terus sama duren toping juga. hahahaha Enaaaaaakkk. Ga kerasa duit pink itu raib. Padahal saya tadinya ingin beli kwetiau di pinggir jalan Metro aja yang enak banget. Lagian murah juga. Hehehe. Tapi Irma bilang dia gamau mie. Yaudah gapapa. Bisa lain kali saya sama Sorah pulang les.

Abis makan ke bawah. niatnya ingin beli es krim tapi lebih kepincut sama bazar buku didepan giant. Hahahaha. Beli buku saya disana. Beli 3 buku tanpa keresek. Saya gasuka kresek. Save our earth. Hahahaha Ingin the lost symbol tapi saya gabawa duit banyak. adapun duit ini kan buat DP beli nb. Dan duit pink itu raib lagi. Sebenernya masih ada 2 buku yang ingin saya beli. Tapi sekarang deket ujian. Saya khawatir saya ga fokus.

Ke parkiran dan kita pulang walaupun ujan aga turun. Ngater Imeh dulu beli gocengan di kfc metro. Beli es krim buatmamahnya yang bisul di matanya. Saya bau nemu. hhe. Dan saya beli roti bakar buat orang rumah. Udah lumayan malem. Kita pulang. Padahal sebelumnya ingin ke bazar komputer dulu di braga. Tapi bazar buku itu bikin saya lupa waktu duluan. Hahahaha.

Ke rumah Lilis dulu buat ngambil novel saya yang tadinya di pinjem anak x-9 buat pelajaran bahasa Indonesia resensi buku. Sedikit kesel kalo yang gaada inisiatif buat balikin. Tapi saya ga berani nagih. Dan itu alesannya Lilis bantu saya. Temen sebangku saya semasa x-9 yang sabar banget. Pinter banget OB-nya. Hahahaha. Dan kadang bikin saya risih kalo saya lagi ngerjain tapi dia nyuruh saya buat kerjain dulu yang dia. Itu ada di pelajaran bahasa Inggris. Tapi saya seneng sama kamu. Kesel itu cuma bagian kecilnya. Udah saya bilang setiap benda punya bayangan kan? 

Nyampe rumah dan udah di sediain bakso disana. Bakso pa kumis yang ada di sebelah bakmi Jogja. Bakso tempat crew bahasa Indonesia saya singgah di perjalanan ke ceret. Dan tempat dimana saya bikin malu temen-temen karena saya minta minum 6 gelas sekaligus. Dan ternyata mama ke mtc juga. Ko ga ketemu? hahahaha. Jam itu nunjukin 8.15 waktu saya nyampe rumah. Dan pintu depan udah di gembok. Mama sama papa ga marah.Aneh. Biasanya saya pulang jam 6 di hari selain les aja ngomelnya minta ampun.

Saya makan bakso cuma dua butir yang kecil. Itu karena saya kenyang sama nasi goreng yang banyak banget itu. Tadi aja saya ga habis. Saya tonton Indoanesia-Laos yang nunjukin skor 2-0. Pertandingan kemaren antara Malaysia bikin Azril ngejek saya di offmess yang setelahnya ga saya gubris. 5-1 Malay-Indo so what? hahaha. Dan saya naik ke atas. Cuci muka dan gosok gigi. Saya baca novel yang tadi saya beli. Saya yang cape saya ketiduran. Alarm tengah malem bangunin saya. Saya harus chat. Sebenernya ingin tahajud juga. Tapi sesek gara-gara angin malam yang kompikasi sama hujan itu menjadi-jadi. Dan dia on. Dan semuanya selesai sampe sini. Susah emang. Tapi saya tau mana yang baik.

Thursday, December 02, 2010

2 Desember 2010 Part 2

Hari ini. Saya cerita sampe pelajaran bahasa Indonesia tadi yah? Hahahaha saya lanjuuuuttttt...

TEEEEEEETTTTTT!!!!!!!
Dewa fortuna itu akhirnya dateng juga. Hahaha BEL PULAAAANNNGGG!!! Jenuh sama pelajaran bahasa Indonesia. Dengan rata2 83 di rapot semester nanti *mren.

Saya pulang. Ga pulang sih. Tapi ke perpus. Sama Imeh, chor, arif, dan ridho. Laptopnya di bawain sama si ridho. Gilalah berat banget. Kasian sama si ridho yang saya suruh terus bawa tas. Hahaha lagian dia yang mau. Jadinya laptop di bawa arif dan tad saya di bawa ridho. Udah berasa punya pengawal aja. Hahahaha.

Di sana saya ngerjain karya ilmiah sama mereka. Bertiga awalnya. Imeh sama char lagi jajan dulu di kantin. Saya berhasil ga jajan seperakpun hari ini. Dan saya gamau ngenodain. Hahahaha gile bahasanya. Yah, maksudnya saya ingin uang saya utuh buat ngekredit nb.

Ngedikte kerjaannya arif. Si dodo ngedikte Imeh. Dan char masih nganggur. Yah, kurang seorang lagi buat ngedikte. Devy udah punya janji duluan sama temen kelas X nya.

Batre abis. Pindah ke tempat chargeran. Ngedikte lagi dan akhirnya saya sama Imeh edit. Saya makan. Makan sendiri soalnya ini sisa makan istirahat tadi. Hahahaha mana ada yang mau. Makan sama telor & tempe tongseng. Hem, saya suka menu kemaren. Ati ayam sama jamur kancing :p~ hahaha

Jam 3an akhirnya saya pulang. Ga pulang sih. Kita makan dulu ke kfc. Balapan sama arif dan saya menang dengan selisih waktu 3menitan. Yah tadinya saya mau nukerin free goceng yang saya punya. Tapi mereka ingin makan dan dompet Imeh kebawa sama charissa. Akhirnya saya bayar dengan hati sangat sangat sangat berat seberat saya. Hahaha. Yah, tau gitu ngapain saya puasa jajan di sekolah? Dan akhirnya uang warna biru itu jadi ijo :((

Ke rumah charissa buat minta maaf udah bikin dia nunggu yang tadi lagi nambal ban. Bikin dia batalin juga buat nonton basket ke BPI. Ada yang lebih penting buat dikerjain char, tugas seni kamuuuuu, hhe. Udah coba saya ingetin tiap ingetnya saya. Tapi kalo emang kamunya males ngerjain yah gimana lagi kan? Hhe. Saya doaiin cepet beres. Yah mau gimana lg? Kl saya bantu saya gamau nilai saya lebih kecil lg dr kamuuu, hahaha

Dari rumah charissa kita balik (saya sama imeh). Ke rumah charissa itu buat ngambil dompetnya imeh sama ngasiin laptopnya charissa. Ceritanya tadi mereka tukeran barang bawaan. Hahaha.

Saya lewat by pass. Di bawa sama Imeh motornya soalnya tadi kan lagi ngurusin urusan Imeh kerumah charissa. Jadi dia aja deh yang bawa -,-'' hahaha.

Beli bensin di sebelum gedebage. Nganter imeh ke rumahnya yang sebelumnya balik lewat panyileukan dan beli tahu jablai deket rumah Indri. Ketemu Indri dan malah dimintain tolong buat bikin makalah bahasa Inggris. Dan saya denger percakapan Imeh dan Indri yang ngejek dan udah saya tebak sebelumnya, ''jangan malu yah punya temen kaya ana''. Dan akhirnya saya chao. Pergi lagi. Saya pergi buat nyuci motor yang 5OOOan di tempat biasa. Tapi si mang mangnya kayanya gaada. Bikin saya pergi ke tempat cuci motor lain yang ternyata lebih bagus tapi saya cuma punya duit pas 5000. Akhirnya dengan berat hati lagi saya ngambil recehan 1000an koin di dompet saya. Untungnya salah satu koleksian saya itu duit. Hahaha.

Saya balik. Saya mandi dan ganti baju. Dan kepikiran bahwa gaada yang harus dilakuin dari tugastugas di hari ini. Makanya saya masak. Saya masak puding. Susu, telur, agar2, gula. Hem, komposisi yang ada dirumah aja deh. Yah kalo emang gaenak gapapa. Saya aja deh yang makan. Tapi sejauh ini saya emang gapernah gagal :)). Sambil nunggu cetakan pertama yang berupa puding spons ngeras, saya maskeran. Hem, mew bilang hidung saya nambah banyak komedo. Wooowww!!! Saya nyesel setiap pake helm gapernah di tutup. Kaca helm saya gelap. Saya yang silindris gabisa liat jelas :(.

Saya maskeran sambil nulis blog. Hem, abis maskeran saya mau bikin cetakan kedua. Bukan cetakan sih, tapi lapisan. Gasempet beli bahan-bahan. Tapi yah, yang ada juga udah pasti enak :p *sombongnyeeee.

Udah lama ga masak. Hem, terkahir masak kapan yah? :-? Saya lupa. Hahaha saya terlalu sibuk sama keriweuhan saya sendiri :p

Abis selesai masak saya mau angkat komedo pake porepack yang mama kasih buat saya. Kulit mama yang mulus bikin mama selalu merhatiin tiap cacat yang ada sama saya.

Saya pake porepack sambil baca buku nanti. Tapi ni masker kayanya lama keringnya. Saya gapernah peduli sama warna kulit saya. Saya cuma peduli kebersihannya. Saya ga putih mungkin. Okeyyyy! Karena itu nandain seberapa aktivnya saya. Hahahaha *teori darimaneee??? :p

Caca yang selalu ngatain saya item biar saya beli pemutih dari dia. Daripada duit 250ribu dipake buat beli pemutih yang banyak ngandung melanin yang bikin sel kulit saya rusak di masa menopause nanti, mending juga saya pake buat cicil nb. Betuuuullll???? Hahaha. Sama kaya waktu saya beli sillybandz. 40rb buat 12pieces karet gelang warna-warni yang sebenernya bisa saya beli 1000 setengah kilo dipasar. Hem, mending juga saya traktir temen2 makan bakso paijo kaya kemaren. Abis 35000. Kasian juga mereka kerja kelompok siang bolong dengan perut keroncongan di tengah perumahan yang jarang di jamah orang. Hahaha aku nulis apa sih ini?

Hem, Pramoedya Ananta Toer, Paulo Coelho, dan kimia fisika yang bakal diujiin kurang dari seminggu itu udah nunggu. Kalo saya selalu mikir ini waktunya refreshing kapan saya belajarnyaaaa??? Hahaha kaya sekarang ini. Saya nyantei ngerasa gaada apaapa padahal senin itu udah mulai ujian. Dan matematika duluan lagi. Hemeh. udah yah, udah full

Wednesday, December 01, 2010

2 Desember 2010

Saya tulis ini waktu gaada guru di kelas. Nyesel banget ga bawa buku bacaan. Saya bawanya pas. Buku tulis pelajaran hari ini semua. Lagian lks saya udah beres semua. Jadi gaada yg bisa saya kerjain di waktu kosong gini. Bete iih. Saya gamau bercanda-canda gitu. Males. Hahaha

Hem, saya lg ingin fokus. Tapi ternyata susah kalo ga dibarengin sama temen. Sejauh ini saya cuma bisa fokus kimia aja. Duduk di depan sama mereka yang orang

Kesel saya. Gatau kenapa. Hari ini mood saya berubahdi waktu pelajaran bahasa Indonesia. Awalnya saya seneng banget. Kimia semanget. TIK saya lumayan nguasain. Dan sosialisasi saya se rame biasanya. Hem. Tu anak ga bosen-bosennya bilang saya gabiasa. I'm extra ordinary. So what?

Saya pusing. Padahal tadi malem saya bisa tidur lama. Alhamdulillah. Hem, saya pusing setelah pelajaran bahasa Indonesia ini. Jadi males ngomong. Perubahan mood 360derajat. Hemeh.

Ini saya nulis apa sih. Gapenting. Yaudah udah yah, saya mau ngedesain dulu, hahahha daaahhhh :-h